Pengkondisian If Java | Statement Kontrol dalam Java

0
380
pengkondisian_if

Pada artikel Pengkondisian Java ini merupakan artikel lanjutan dari artikel Statement Kontrol dalam Java. Pada artikel tersebut dijelaskan secara garis besar apa itu statemen kontrol dalam java. Pada artikel Pengkondisian Java ini penulis akan menyampaikan lebih detail tentang pengkondisian

Pengkondisian java umumnya menyediakan dua buah statement yaitu, statement if dan switch. Keduanya mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk mengontrol eksekusi statement tergantung kondisi yang sudah ditentukan.

Statement if

Statement if bisa kita gunakan untuk menangani percabangan yang didasarkan atas : satu, dua, atau lebih dari dua kondisi. Agar lebih jelas, penulis uraikan satu per satu mengenai statement if untuk jumlah kondisi yang berbeda

1. Satu Kondisi

Struktur if dengan satu kondisi merupakan bentuk paling sederhana, mengapa? karena di dalamnya hanya melibatkan satu kondisi saja. Bentuk umum penulisan statement if untuk satu kondisi dalam Java adalah sebagai berikut ini :

 

Agar lebih jelas lagi, berikut adalah ilustrasi proses logika yang ada pada struktur if dengan satu kondisi

kondisi_if

Kondisi dalam alur logika diatas biasanya bertipe data boolean karena hanya bernilai benar(true) dan salah(false). Maksud dari bertipe data boolean adalah proses operasi yang dapat menghasilkan output berupa true atau false. Sebagai contoh, bisa dilihat kode program di bawah yang menunjukkan penggunaan satu kondisi

Hasil dari program diatas sebagai berikut :

Kenapa yang muncul output seperti diatas? Jelas sekali bahwa yang dieksekusi oleh program hanya statement yang terdapat pada blok if yang kedua. Hal itu dikarenakan ekspresi kondisi (nilai_kuis < batas_lulus) bernilai benar (true). Sebaliknya dengan ekspresi kondisi pada blok if pertama yaitu (nilai_kuis > batas_lulus) bernilai salah (false). Coba analisis apakah nilai_kuis = 70 lebih besar atau lebih kecil dari batas_nilai = 75 ? Pasti lebih kecil kan

2. Dua Kondisi

Struktur if dengan dua kondisi lebih kompleks bila dibandingkan dengan satu kondisi. Mengapa? Karena program menyediakan kondisi tambahan jika pada kondisi pertama bernilai salah (false). Bentuk umum untuk jenis ini seperti berikut :

 

Proses logika dari jenis ini dapat digambarkan seperti dibawah ini :

pengkondisian_if

Kita coba implementasikan langsung ke contoh kode program, dengan alur logika seperti diatas :

Apabila dijalankan, program di atas akan memberikan hasil seperti berikut :

Contoh di atas, ketika kita memasukkan inputan untuk nilai kuis adalah 90. Coba analisis, apakah nilai_kuis = 90 adalah lebih besar atau lebih kecil dari batas_nilai = 75? Jelas sekali lebih besar kan? Maka dari itu, statement yang ada pada blok if lah yang akan dijalankan bukan pada blok else, karena kondisi bernilai benar (true). Apabila kita menginputkan nilai_kuis = 45, seperti apa hasilnya?

Statement pada bagian else akan dieksekusi apabila kondisi bernilai salah (false) atau tidak terpenuhi. Dalam contoh kasus diatas kondisinya adalah (nilai_kuis < batas_nilai)? Nilai kuis yang kita inputkan adalah 45. apakah nilai_kuis = 45 adalah lebih besar atau lebih kecil dari batas_nilai = 75? Jelas sekali lebih kecil kan? Maka dari itu, statement yang ada pada blok else lah yang akan dijalankan bukan pada blok if, karena kondisi bernilai salah (false).

3. Tiga Kondisi

Struktur pengkondisian jenis ini merupakan pengembangan dari jenis satu kondisi dan dua kondisi. Di sini, statement if memiliki lebih dari dua kondisi. Bentuk umum penulisan untuk tiga kondisi seperti berikut :

Proses Logika dari struktur if dengan tiga kondisi dapat digambarkan seperti dibawah ini:

pengkondisian_if_tiga_kondisi

Dari alur diatas terlihat bahwa apabila kondisi_1 tidak terpenuhi (false), maka program akan memeriksa kondisi_2 , apabila ternyata tidak terpenuhi (false) juga, maka akan seterusnya memerikan kondisi lainnya sampai menemukan kondisi yang terpenuhi atau bernilai benar (true). Tapi apabila tidak ditemukan kondisi yang bernilai benar (true) sampai kondisi terkahir, maka program akan mengeksekusi statement alternatif yang berada pada bagian akhir di dalam blok else yang terakhir.

Agar lebih jelas, ayo kita coba buat kasus lalu selesaikan dengan kode program sesuai alur logika diatas. Kasus yang akan kita ambil adalah konversi nilai angka ke nilai indeks (A, B, C, D). Sebagai permisalan, kita telah memiliki acuan seperti berikut :

nilai > 75 mendapatkan A
nilai > 50 dan nilai <= 75 mendapatkan B
nilai > 40 dan nilai <= 50 mendapatkan C
nilai selain itu mendapatkan D

Dengan acuan seperti itu, kita bisa membuat kode seperti dibawah ini :

Apabila dijalankan akan menghasilkan output seperti dibawah ini :

Sekian post tentang Pengkondisian Java kali ini, semoga bermanfaat ^_^

Muhammad Widyan Riadhi F 🙂

Sumber :

The if-then-else Statement

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of